Putri menempuh pendidikan di Pondok Tahfidz Qur’an Lazismu Pekanbaru selama dua tahun, yakni 2020–2021. Selama di pondok, ia berhasil mencapai hafalan sebanyak 26 juz Al-Qur’an. Keinginannya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya menjadi motivasi utama dalam menjalani proses pendidikan.
Selama menjadi santriwati, Putri belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, kesabaran, dan istiqamah. Rutinitas setoran hafalan setiap pagi dan murajaah pada malam hari membentuk kebiasaan belajar yang teratur. Bekal inilah yang kemudian membantunya menghadapi tantangan ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi terbuka ketika Putri memperoleh informasi mengenai Beasiswa Tahfidz Pemerintah Provinsi Riau dari kakak tingkatnya, Futri Zahara.
Untuk memperoleh beasiswa tersebut, Putri harus melewati dua tahap seleksi hafalan, yaitu lima juz di Universitas Muhammadiyah Riau dan tiga juz di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Ia mempersiapkan diri dengan memperbanyak murajaah, berdoa, dan menjaga kelancaran hafalan.
Keberhasilan memperoleh beasiswa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Putri dan keluarganya. Bantuan tersebut meringankan biaya pendidikan sekaligus mengurangi beban orang tua dalam membiayai kuliahnya.
Putri kemudian memilih Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di UMRI karena bercita-cita menjadi pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada anak-anak.
Perjalanan kuliah tidak selalu mudah. Putri harus beradaptasi dengan kehidupan di kos, mengatur keuangan, menyelesaikan tugas akademik, dan menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah kesibukan perkuliahan.
Meski menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi murajaah, ia terbantu dengan adanya mata kuliah tahfizh, ujian tahfizh bagi penerima beasiswa, serta kegiatan mentor Al-Qur’an di kampus.
Ia bahkan mendapat kesempatan menjadi mentor Al-Qur’an di UMRI. Melalui kegiatan tersebut, Putri dapat berbagi ilmu dan membimbing mahasiswa lain agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. Honor yang diperolehnya juga membantu memenuhi kebutuhan hidup selama merantau sehingga dapat sedikit meringankan beban orang tua.
Puncak perjuangannya tiba pada Ahad, 25 Oktober 2026, ketika Putri mengikuti wisuda setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan IPK 3,90 dan predikat cumlaude. Pencapaian ini menjadi buah dari perjuangan, doa orang tua, serta ilmu dan bimbingan yang diperolehnya selama belajar.
Bagi Putri, manfaat pendidikan di Pondok Tahfidz Qur’an Lazismu Pekanbaru tidak berhenti setelah ia meninggalkan pondok. Ilmu tahsin yang dipelajarinya menjadi bekal penting dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an, mulai dari makharijul huruf hingga tajwid.
Kemampuan tersebut terus memberikan manfaat di lingkungan kampus maupun saat menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Ia merasa bahagia ketika teman-teman, dosen, dan orang-orang di lingkungan PLP senang mendengarkan bacaannya.
Selain ilmu Al-Qur’an, kedisiplinan dan tanggung jawab yang ditanamkan selama menjadi santriwati turut membantunya meraih prestasi akademik. Pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa pendidikan tahfidz dan pendidikan formal dapat berjalan beriringan.
Setelah wisuda, Putri berencana berkarier sebagai guru di sekolah swasta dan melanjutkan pendidikan melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia juga bertekad untuk terus menjaga hafalan serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada peserta didiknya.
Putri berharap semakin banyak santri yang bersemangat menghafal Al-Qur’an sekaligus berani mengejar pendidikan tinggi. Ia juga berpesan kepada para santriwati agar senantiasa meluruskan niat dalam menghafal dan tetap istiqamah menjaga kalam Allah.
“Jangan pernah lelah menghafal Al-Qur’an dan jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi mungkin. Niatkan setiap langkah karena Allah SWT, iringi perjuangan dengan doa dan restu kedua orang tua. Percayalah, menjadi penghafal Al-Qur’an bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita, melainkan bekal berharga yang akan menemani setiap langkah perjalanan kita,” pesannya.
Kisah Putri Adillah menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan di Pondok Tahfidz Qur’an Lazismu Pekanbaru tidak hanya membekali santriwati dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kedisiplinan, dan membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui program pendidikan tahfidz, Lazismu Pekanbaru berharap semakin banyak generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu Pekanbaru / Stw]
LAZISMU ( Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah ) Pekanbaru dikukuhkan olehPimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekanbaru pada tanggal 20 April 2011 dengan penerbitan SK No. 031/KEP/III.0/D/2011 , sebagai perpanjangan tangan LAZISMU Pusat yang sudah meraih legalitas resmi sebagai Lembaga Zakat Nasional berdasarkan dengan SK Mentri Agama No.457 Tahun 2002 dan dikukuhkan kembali dengan SK Mentri Agama No 90 Tahun 2022.
Alamat Kantor
Jl. Tuanku Tambusai No.72 M, Sukajadi. Pekanbaru, Riau
E-Mail : lazismupekanbaru402@gmail.com